AYO BERBAGI INFO MU..!

KABAR TERBARU DAN TERKINI DI HaiArsitk

Nur Alam dan bangunanan monumentalnya di Teluk Kendari. Enam Tahun Berjalan, Apa Kabar Masjid Al Alam?

Pemprov Sultra tak hanya berambisi membangun Jembatan Teluk Kendari dengan anggaran yang cukup besar, tapi juga sebuah masjid megah terus digenjot pembangunannya di teluk. Masjid Al Alam. Itulah nama yang diberikan oleh Gubernur Sultra, Nur Alam untuk bangunan monumental di Teluk Kendari.

Pembangunan Masjid Al Alam mulai dianggarkan sejak tahun 2010. Selama enam tahun terakhir, pemerintah telah menggelontorkan Rp 116,5 miliar dari APBD Sultra. Teranyar tahun 2016, Pemprov Sultra menganggarkan Rp 70,5 miliar untuk pembangunan masjid tersebut. Dengan anggaran tersebut, target pembangunan sudah berdiri bangunan fisik masjid.

Puluhan miliar APBD telah “dibuang” ke Teluk Kendari. Namun, progres pembangunan baru memperlihatkan tiang-tiang pancang yang sudah mulai tergerus oleh air laut. Tahun 2010, Pemprov Sultra mengalokasikan APBD senilai Rp 10 miliar. Pada tahun 2011 dan 2012, APBD kembali dikuras Rp 36 miliar. Anggaran Rp 46 miliar hanya memunculkan tiang pancang beberapa meter di atas permukaan air laut.



Tahun 2013, dewan lebih selektif. Makanya, alokasi anggaran sempat dihentikan sebab dianggap membebani APBD. Namun pemerintah tak kehilangan akal, desain Masjid Al Alam diubah. Anggaran pembangunan mesjid yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp 350 miliar mengerucut Rp 235 miliar.

Ternyata upaya pemerintah membuahkan hasil. Dewan kembali percaya dan setiap tahunnya rutin mengalokasikan anggarannya. Tak ingin dikatakan gagal, pemerintah terus menggenjot pembangunan Masjid Al Alam. Makanya, APBD Sultra tahun ini pun dikuras sekitar Rp 70,5 miliar untuk merealisasikan proyek prestisius ini. Yang mana, sebesar Rp 70 miliar untuk fisik bangunan mesjid sementara Rp 500 juta paket perencanaan.

Gubernur Sultra, H Nur Alam kini bisa tersenyum sumringah. Pengerjaan konstruksi proyek pembangunan Masjid Al Alam bisa dimulai bulan April lalu. Namun pengerjaan terkesan molor. Sebab jangka waktu antara penandatangan kontraknya dengan pengerjaan fisik cukup lama. Padahal 15 hari pascapenandatangan kontrak tepatnya 18 Februari sudah harus dilaksanakan. Ironinya, lebih dari satu bulan vakum baru pengerjaan konstruksinya dimulai. Dengan waktu yang tersisa kurang 7 bulan, PT Brantas Adipraya harus menuntaskan konstruksi Masjid Al Alam pada Desember 2016.

Meskipun banyak kendala, Nur Alam optimis pembangunan masjid yang menelan anggaran ratusan miliar ini bisa dimanfaatkan akhir 2016 atau sebelum berakhir masa jabatannya. Tahun ini, pengerjaan konstruksi Masjid Al-Alam akan menelan dana APBD sebesar Rp 70 miliar. Sesuai tahapan, pembangunannya kini masuk pengerjaan fisik masjid. Di atas puluhan tiang pancang sebagai penyangga bangunan sudah terpasang akan dibangun masjid. Sementara pengerjaan jalan penghubung masjid, terus dirampungkan.

“Pengerjaan proyek pembangunan masjid, sudah dilakukan. Saya juga berharap, bangunan ini dapat rampung sebelum berakhir masa jabatan saya. Rencananya, draft penambahan anggaran akan terus diusulkan selama 2 tahun. Sebab klausal pembangunan Masjid Al Alam bisa dikejar hingga tahun 2017,” kata Nur Alam.

Berdasarkan pantauan Kendari Pos (Fajar Group), aktivitas di atas tiang pancang mulai tampak. Besi cor mulai disusun berbentuk rangka. Tidak hanya untuk lantai dasar, namun juga dinding masjid. Bahkan para pekerja mulai mengelas besi yang telah disusun. Sementara pekerja lainnya sibuk memasang rangka yang dibuat sedemikian rupa untuk dipasang di beberapa sudut tiang pancang. Tampak 45 persen daerah pemasangan tiang pancang sudah dijejer besi yang telah disusun menjadi rangka.

Sementara di sisi daratan, pengerjaan jalan menuju masjid terus dikebut. Satu unit excavator terus meratakan tanah timbunan. Sedangkan mobil truk hilir mudik mengangkut tanah timbunan. Dari 1,6 kilometer yang akan dibangun, tinggal sekitar 50 meter jalan yang akan dibuat. Setelah pembangunan jalan ini rampung, pemerintah akan membangun jembatan menuju masjid sepanjang 50 meter. Selain itu, pemerintah akan membuka akses jalan baru menuju masjid dari arah yang lain. Nantinya, dua sisi jalan ini menjadi akses masuk dan keluar bangunan masjid.

Menurut pengawas yang enggan disebutkan namanya, pengerjaan konstruksi masjid telah dimulai sejak pertengahan April ini. Sebelumnya, aktivitas pengerjaan masjid didominasi kegiatan mobilisasi material dan peralatan. Bahkan hingga kini, mobilisasi peralatan masih berlangsung. Namun karena jalan belum sampai ke masjid, materialnya diangkut menggunakan speed dan kapal nelayan.

“Hari ini, aktivitas cukup sepi. Apalagi hari libur. Besok (hari ini), kemungkinan aktivitas di sini akan kembali normal. Biasanya, sekitar pukul 08.00 Wita, para pekerja mulai menyeberang. Nanti sekitar pukul 17.00 Wita baru balik,” kata PNS Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sultra ini.

Kepala Biro Layanan Pengadaan (BLP) Sultra, Ronny Yakob mengatakan pengerjaan fisik Masjid Al Alam pasti akan dilaksanakan. Apalagi pasca penandatanganan kontrak, pemerintah mengucurkan terminnya. Setelah melakukan tahap persiapan, pengerjaan konstruksinya kini bisa dimulai. Menurutnya, pengerjaan fisik ini tidak bisa dikatakan terlambat. Terlebih pengerjaan proyek ini bukan di daratan. Makanya, pihak konsorsium memerlukan waktu untuk mempersiapkan material, bahan dan hal-hal lainnya menyangkut pengerjaan fisik.

“Regulasi memberikan waktu 14 hari bagi pemenang tender untuk memulai pekerjaan. Namun pekerjaan yang dimaksudkan bukan hanya berbentuk fisik, namun juga mobilisasi peralatan dan bahan. Makanya, pemerintah tidak bisa seenaknya menganulir hasil tender. Apalagi proses lelangnya berjalan sesuai aturan. Nanti kalau dalam perjalanannya, konsorsium tidak berhasil melaksanakan kewajibannya sesuai kontrak, barulah pemerintah bertindak,” jelas mantan Kabid Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sultra ini.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi III DPRD Sultra, Firduas Tahrir mengatakan sebagai partner, dewan siap mendukung upaya pemerintah. Apalagi pembangunan masjid mengandung banyak sisi positif. Tidak hanya rumah ibadah, ke depan masjid ini akan menjadi pusat pengembangan generasi yang agamis. Sebab bagaimanapun, sisi intelektual dan iman harus jalan beriringan. Makanya, tidak menutup kemungkinan alokasi anggaran Masjid Al Alam akan diporsikan melalui APBD perubahan dan APBD tahun berikutnya.

“Pada awalnya, dewan siap menyupor pemerintah. Hanya saja, alokasi anggarannya tetap disesuaikan dengan porsi dan kebutuhan. Tidak hanya sekadar latah dan meng-iya-kan, dewan tentunya akan melakukan evaluasi apakah tambahan anggaran ini memang betul-betul diperlukan. Jika diestimasi, porsi anggaran untuk masjid masih perlu ditambahkan,” katanya. (fs)
SHARE

About Unknown

    Berikan Tanggapanmu...!
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

JASA DESAIN & RENOVASI RUMAH DI KOTA KENDARI